Allah yang Menyatakan Diri
Analisis Teologis terhadap Konsep Wahyu Allah dalam Pengantar Ilmu Teologi
DOI:
https://doi.org/10.62926/jid.v1i1.17Keywords:
Wahyu Allah, Teologi Kristen, Yesus Kristus, Wahyu Umum, Pengantar Ilmu TeologiAbstract
Penelitian ini membahas konsep wahyu Allah dalam perspektif pengantar ilmu teologi dengan fokus pada hakikat wahyu, wahyu umum, wahyu khusus dalam Yesus Kristus, serta implikasinya bagi kehidupan orang percaya. Permasalahan penelitian muncul dari berkembangnya relativisme dan modernitas yang menyebabkan pemahaman tentang wahyu Allah semakin kabur dan otoritas Alkitab mulai dipertanyakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis wahyu Allah sebagai dasar teologi Kristen dan relevansinya bagi kehidupan iman masa kini. Metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis Alkitab, buku teologi, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wahyu merupakan tindakan Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia sehingga manusia dapat mengenal Allah secara benar. Wahyu umum dinyatakan melalui ciptaan, tetapi tidak cukup membawa keselamatan. Yesus Kristus merupakan puncak wahyu Allah yang sempurna melalui inkarnasi sebagai Sang Logos. Selain itu, wahyu Allah menjadi dasar iman Kristen, otoritas Alkitab, dan pedoman spiritualitas orang percaya di tengah tantangan modernitas. Dengan demikian, wahyu Allah memiliki kedudukan sentral dalam pengantar ilmu teologi dan kehidupan iman Kristen.



